Connect with us

Hukum & Kriminal

Suami Ngamuk, PIL Istri Dibabat Clurit

Diterbitkan

||

Pelaku pembacokan karyawan pabrik garmen saat di rilis di halaman Mako polres Probolinggo kota (pix)
Pelaku pembacokan karyawan pabrik garmen saat di rilis di halaman Mako polres Probolinggo kota (pix)

Memontum Probolinggo – Pembacokan oleh pelaku tak dikenal terjadi pada karyawan pabrik garmen PT Ciwulan Mandiri di jalan Anggrek, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Rabu (18/2/2020) sore. Korban bernama Andrianto (35) warga blok Kramat, desa Ambulu, kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dia mengalami luka bacok parah di perut sebelah kiri dan pinggulnya. Saat ini, korban sudah menjalani operasi dan masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Dr Moch Saleh Kota Probolinggo.

Dari kejadian tersebut tim Satreskrim Polres Probolinggo kota langsung olah TKP dan mengumpulkan data dari saksi. Hanya berselang 5 jam dari aksi pembacokan ini, tim Satreskrim dapat meringkus pelaku, yang diketahui bernama Sholehudin (29) warga Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Dari data yang diperoleh memontum.com, Sholehudin membacok korban, karena cemburu. Pasalnya, dia menduga ada unsur asmara antara korban dan istrinya.

Sholeh melakukan itu karena sudah sekitar setahun lalu mengetahui hubungan gelap antara korban dan istrinya. Bahkan Sholeh pernah melihat korban bersama istrinya berboncengan naik motor. Tak hanya itu, Sholeh juga melihat pesan melalui WhatsApp dan foto-foto di handphone istrinya. Terlebih lagi Sholeh pernah membuntuti istrinya dan korban berboncengan menuju kamar kos.

Dari situlah amarah Sholeh melonjak kepada korban. Hingga sore hari itu, Sholeh berniat menghabisi korban dengan mengendarai ojek ke terminal. Lalu dilanjutkan dari terminal menuju tempat korban bekerja. Saat melihat korban keluar pabrik dengan mengendarai motor. Tepat di depan pintu gerbang pabrik, Sholeh langsung membabi buta membacokkan clurit ke tubuh korban. Melihat korban tak berdaya, Sholeh langsung kabur.

Karena bertepatan jam pulang pabrik, sontak menjadi ramai. Spontan teman dan warga yang tahu kejadian itu, langsung membawa korban ke rumah sakit.

Sholehudin mengatakan, ia sangat sakit hati kepada korban. Karena menganggu istrinya. Bahkan belakangan ini, pelaku dengan istrinya sering cek-cok dan penyebabnya adalah pihak ketiga. Akhirnya saya berniat untuk menghabisi korban.

“Ini sudah satu tahun, korban ada hubungan dengan istri saya. Karena sudah berlarut-larut dan saya sudah sakit hati, gak ada pilihan saya habisi korban. Tapi sekarang saya menyesal, karena saya ada anak,” ucap Sholeh saat dikonfirmasi awak media di Mapolresta.

Sementara di tempat yang sama, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Ambariyadi, mengatakan bahwa anggotanya berhasil menangkap pelaku karena dari keterangan saksi dan keterangan dari korban juga hasil rekaman CCTV pabrik, pelaku bisa ditangkap.

“Alhamdulillah kurang dari 24 jam, anggota kami berhasil menangkap pelaku pembacok karyawan pabrik garmen. Pelaku nekat melakukan aksinya karena dendam ke korban, dilandasi hubungan asmara antara korban dan istri pelaku,” papar Ambariyadi.

“Petugas berhasil melakukan penangkapan, karena didukung oleh keterangan saksi, CCTV, dan sedikit ketengangan korban, pelaku di tangkap di daerah jalan maramis,” tambahnya.

Ambaryadi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Probolinggo, jika ada masalah seperti ini atau apapun, jangan main hakim sendiri, laporkan ke kantor polisi terdekat, agar bisa kita proses sesuai undang- undang yang berlaku.

“Kepada semua masyarakat, saya himbau jika ada masalah seperti ini lebih baik laporkan kepada polisi, karena kami akan proses sesuai UU yang berlaku, dan jangan main hakim sendiri,” himbaunya. (Pix/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler