Kabar Desa
Jelang Ramadhan, Penjual Bunga Laris Manis

Memontum Probolinggo – Ramainya para peziarah menjelang bulan suci Ramadhan menjadi momen tersendiri bagi penjual bunga. Seperti yang dialami Fiki (45), salah seorang penjual bunga, mengaku memang penjualannya meningkat 3-5 kali lipat dari hari biasa.
“Jika hari biasa hanya mendapat uang Rp50 ribu, beberapa hari menjelang puasa, penghasilan bisa mencapai Rp 250 – Rp 300 ribu,” katanya, Senin (12/4).
Baca juga:
- Wali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag
- Perkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
- Pemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
- Pemkot Probolinggo Jalin MoU Pemilu 2029 dengan KPU
- Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris
Tidak seperti biasanya, Fiki, yang memiliki lapak bunga di kawasan Jalan Pahlawan depan Pasar Niaga, sore itu memang sengaja meminta bantuan beberapa putrinya dalam melayani pembeli.
“Kalau sendirian tidak mampu. Harus ada yang membantu karena pembeli biasanya datangnya bersamaan,” ungkap bapak tiga anak ini.
Bunga berbagai jenis dan berwarna-warni biasa digunakan peziarah untuk ditaburkan di makam sanak saudara sambil memanjatkan doa.
Selain dilakukan menjelang Ramadhan, tradisi tersebut juga biasa dilakukan masyarakat tepat pada hari raya Idul Fitri. Bahkan, pembeli sempat membuat jalan utama itu sedikit macet. (geo/ed2)

Probolinggo2 mingguPemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
Probolinggo2 mingguPerkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
Probolinggo3 hariWali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag







