Probolinggo
Wali Kota Habib Hadi Ajak Masyarakat Kota Probolinggo Peduli Pengolahan Sampah

Memontum Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin membuka sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat di Kelurahan Pakistaji, Selasa (11/10/2022) siang. Kegiatan yang diinisiasi Pokmas Pakis Jaya, bertujuan untuk mengedukasi warga Kelurahan Pakistaji yang selama ini belum peduli dalam pengolahan sampah.
Diharapkan, dengan adanya sosialisasi itu, masyarakat bisa lebih peduli lagi terhadap pengolahan sampah. Sehingga, dapat melestarikan lingkungan hidup di Kota Probolinggo.
“Jadi, minta tolong untuk masalah kebersihan persoalan sampah, itu menjadi tanggung jawab semua masyarakat Kota Probolinggo. Jadi, persoalan banjir akibat dari sampah, tidak bisa kita hindari jika masyarakat tidak kompak,” kata Wali Kota Habib Hadi.
Baca Juga :
- Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris
- Groundbreaking Hotel Azana Style, Bupati Probolinggo Harap Jadi Penggerak Pertumbuhan Investasi
- Malam Puncak Harjakapro Ke-280, Bupati Haris Evaluasi 5 Misi Pembangunan Probolinggo
- Gerakan Indonesia Asri, Pemkot Probolinggo Gelar Kerja Bakti Massal dan Penertiban PKL
- Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh
Dalam sosialisasi itu, menghadirkan nara sumber Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Robiatul Adawiyah. Sementara sosialisasi ini, diikuti sebanyak 50 orang dari RW 7 Kelurahan Pakistaji.
Wali Kota Habib Hadi berharap, urusan masalah sampah di Kelurahan Pakistaji, dapat dibuktikan dengan penanganan pengolahan sampah. “Apa yang menjadi kendala, silahkan untuk konsultasikan ke lurah, kecamatan dan PD terkait (DLH) untuk betul-betul terus dipantau hasil dari kegiatan ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Habib Hadi mengajak dan mengingatkan pada warga Pakistaji untuk ikut mendukung Kota Probolinggo dalam ajang We Love Cities. Turut dalam giat itu Kepala DPUPRKP, Setiorini Sayekti, Plt. Sekcam Wonoasih, Yudo Pratomo, Lurah Pakistaji, Zainul Khodin, Babinsa dan Babhinkantibmas setempat. (kom/pix/gie)








