Kabupaten Malang
Fenomena Embun Es Mulai Muncul di Kawasan Gunung Bromo

Memontum Malang – Fenomena embun es terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hal tersebut terjadi, lantaran adanya penurunan suhu udara yang terbilang cukup ekstrem di sekitar kawasan tersebut. Bahkan, penurunan suhu udara yang terjadi, mencapai 2 hingga 6 derajat celcius.
“Embun es ini terjadi saat pagi hari atau sebelum matahari terbit di sekitar (gunung) Bromo dan Ranupani,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Syarif Hidayat, Selasa (26/07/2022) tadi.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa fenomena embun es ini muncul setiap tahun saat musim kemarau. Atau, berkisar antara Juli hingga Agustus.
“Maka dari itu, persiapkan baju hangat yang memadai, seperti jaket dan sarung tangan. Kemudian makanan, minuman dan obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan fisik,” imbuh Syarif.
Baca juga :
- Wali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag
- Perkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
- Pemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
- Pemkot Probolinggo Jalin MoU Pemilu 2029 dengan KPU
- Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris
Sementara itu, penurunan suhu ini hampir terjadi di seluruh Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Edythya Ferlani Wua, menuturkan jika kondisi penurunan suhu ini disebabkan masuknya musim kemarau.
“Musim kemarau identik dengan hawa dingin karena angin timuran yang berasal dari Australia membawa udara dingin melewati Indonesia,” tuturnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa setiap tahun tepatnya pada Juli, kecenderungan suhu minimumnya rendah. Sehingga, membuat udara menjadi lebih dingin. Kondisi tersebut, biasanya akan berlangsung hingga September.
“Suhu ini bisa jadi lebih dingin ketika Agustus, karena di bulan itu diperkirakan puncak musim kemarau,” terang Ferlani.
Berdasarkan pantauan Memontum.com, penurunan suhu di Malang Raya, bahkan terkadang mencapai 14° celcius, membuat udara terasa dingin. (cw1/gie)

Probolinggo2 mingguPemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
Probolinggo2 mingguPerkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
Probolinggo3 hariWali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag







