Pemerintahan

Halal Bihalal, Bupati Haris Ingatkan Semangat Kerja dan Penguatan Organisasi untuk Probolinggo

Diterbitkan

-

MOTIVASI: Pelaksanaan halal bihalal di Pemkab Probolinggo. (pemkab for memontum)

Memontum Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memulai hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran dengan kegiatan halal bihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN, Selasa (08/04/2025) tadi. Dalam kegiatan yang berlangsung di Lantai 1 Kantor Bupati Probolinggo itu, dipimpin langsung Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, staf ahli dan asisten.

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan itu, sejumlah pegawai bersalam-salaman dengan Bupati Haris dan istri. Setelahnya, dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menu khas lebaran seperti opor ayam dan soto ayam.

Bupati Haris menyampaikan, beberapa pesan penting terkait silaturahmi, seperti peningkatan etos kerja dan penguatan budaya organisasi. Momentum pasca Idul Fitri, harus menjadi titik balik dalam memperbaiki semangat kerja di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Hari ini adalah kesempatan untuk menyambung kembali silaturahmi, merekatkan hubungan yang sempat renggang dan mengawali kerja dengan semangat baru. Saya ingin kita semua membangun Kabupaten Probolinggo ini bersama-sama,” kata Bupati Haris.

Advertisement

Lebih lanjut bupati menegaskan, bahwa setiap pegawai, baik ASN maupun non ASN adalah bagian dari satu tubuh besar Pemkab Probolinggo. “Saya tidak menganggap panjenengan sebagai bawahan. Tetapi, panjenengan bagian dari keluarga besar. Kita semua adalah satu kesatuan, mulai kepala, tangan dan kaki yang saling terhubung dan harus saling merasakan,” tambahnya.

Baca juga :

Bupati Haris juga menyoroti, akan pentingnya transisi menuju sistem kerja yang lebih digital dan kolaboratif. Enam bulan ke depan, akan dijadikan masa evaluasi bagi para pimpinan unit kerja, terutama dalam hal loyalitas, pelayanan dan pengelolaan data digital satu pintu.

“Tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pola kerja konvensional. Kita harus satu data, satu aplikasi dan satu semangat. Saya harap kerja sama semua pihak agar transisi ini berjalan maksimal,” tegasnya.

Tidak lupa, Bupati Haris juga mengingatkan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama. “Rencana besar menuju disterilisasi pelayanan publik berbasis digital akan segera diterapkan di berbagai lini, termasuk pengelolaan pajak dan pelayanan PBB,” lanjutnya.

Advertisement

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, mewakili jajaran Pemerintah Daerah. Sekaligus, mengajak seluruh ASN dan Non ASN untuk menempatkan semangat pelayanan sebagai bentuk ibadah dan dedikasi kepada masyarakat.

“Mari kita tunjukkan bahwa kita hadir untuk melayani. Saya ingin pemerintahan ini menjadi rumah kedua bagi kita semua,” paparnya. (kom/pro/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas