Probolinggo
KWT Srikandi Kebonsari Kota Probolinggo Bagikan Hasil Panen untuk Bantu Penanganan Stunting

Memontum Probolinggo – Penurunan angka Balita stunting menjadi konsentrasi Pemerintah Kota Probolinggo bersama Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, setiap melakukan panen di Pekarangan Pangan Lestari (P2L), akan selalu diberikan hasil panennya untuk membantu mengatasi penanganan Balita stunting.
Seperti yang terlihat pada Rabu (31/08/2022) tadi, atau saat panen bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Aminah Hadi. Dalam kesempatan itu, secara simbolis juga memberikan hasil panen berupa sayur-sayuran dan bingkisan biskuit serta susu dari kecamatan, untuk keluarga Balita. P2L yang dikelola KWT, adalah di Halaman Posyandu Pembantu Kanigaran di Jalan Priksan.
“Pemanfaatan pekarangan berupa sayuran ini bisa untuk makanan pendamping ASI dan mencegah stunting. Harapannya, P2L ini dapat membantu dalam menurunkan angka stunting pada balita serta meningkatkan gizi seimbang dan konsumsi pangan dapat menjadi life style masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi.
Baca juga:
- Wali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag
- Perkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
- Pemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
- Pemkot Probolinggo Jalin MoU Pemilu 2029 dengan KPU
- Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris
Dalam kesempatan itu, dirinya pun mengapresiasi KWT Srikandi, yang mempunyai tujuan dalam membantu pemerintah. “Jangan pernah berhenti untuk selalu memberi manfaat dan mengedukasi masyarakat. Tantangan ke depan semakin berat dan PKK harus lebih solid. Mudah-mudahan, ini bermanfaat untuk masyarakat,” imbuh Aminah usai memanen sayuran.
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kanigaran, Lucia Aries, menambahkan agar program kegiatan dalam membantu pencegahan dan penanganan stunting yang dikerjakan, bisa terus masif dan bersinergi. Karena, sangat tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, tanpa harus ada kerja sama dengan berbagai pihak seperti dengan KWT.
“Semoga dengan program yang dijalankan ini, akan sangat membantu dan berperan dalam menunjang tambahan gizi,” ujarnya. (kom/pix/gie)

Probolinggo2 mingguPemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
Probolinggo2 mingguPerkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
Probolinggo3 hariWali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag







