Hukum & Kriminal
LSM Lira Apresiasi dan Dukung Polres Ungkap Aktor Intelektual Teror Pembakaran Mobil di Probolinggo

Memontum Probolinggo – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengapresiasi dan mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aktor intelektual teror pembakaran mobil di Probolinggo. Sekedar diketahui, bahwa Polres Probolinggo akhirnya berhasil mengungkap kasus teror pembakaran mobil yang meresahkan masyarakat dan menangkap tiga orang pelaku.
Bupati LSM Lira Kabupaten Probolinggo, Syamsuddin, mengatakan bahwa keberhasilan pihak kepolisian dalam mengungkap pelaku teror pembakaran mobil tersebut merupakan bukti kinerja sangat baik. Dan, akan lebih maksimal lagi jika berhasil mengungkap aktor intelektual dari kasus teror tersebut.
“Kami dan anggota semua yang berada di wilayah hukum Polres Probolinggo, mengapresiasi penuh atas kinerja kepolisian yang berhasil mengungkap pelaku pembakaran mobil,” kata Samsuddin, Jumat (26/05/2023) tadi.
Baca juga :
- Wali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag
- Perkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
- Pemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
- Pemkot Probolinggo Jalin MoU Pemilu 2029 dengan KPU
- Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris
Selain itu, Syamsuddin, mengatakan bahwa PR yang harus bisa diselesaikan pihak kepolisian sekarang, adalah mengungkap motif terjadinya teror pembakaran mobil dan aktor intelektualnya. “Aktor intelektualnya sampai saat ini masih belum ditangkap. Oleh karena itu, kami mendukung penuh Polres Probolinggo mengungkap aktor atau otak di balik pembakaran mobil. Terlebih lagi mengungkapkan motif di balik semuanya,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polres Probolinggo berhasil mengamankan tiga pelaku pembakaran mobil yang menimpa Saiful Bahri, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/10/2022) lalu. Ketiga pelaku tersebut adalah DH (40) warga Desa Taman, Kecamatan Paiton, M (56) warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan dan BU (43) warga Bucor Kulon, Pakuniran. Ketiganya ditangkap Sabtu (06/05/2023) lalu. (nun/pix/gie)

Probolinggo2 mingguPemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama
Probolinggo2 mingguPerkuat Sektor Tata Kelola Pasar, Pemkab Probolinggo Studi Tiru ke Pemkot Madiun
Probolinggo3 hariWali Kota Probolinggo Ikuti Deklarasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kemenag







